Sejarah Singkat
Program Studi Kehutanan (S1) PSDKU USK Gayo Lues dirancang berdasarkan potensi besar dari sektor kehutanan di Provinsi Aceh. Hutan hujan tropis di wilayah ini, seluas 4,2 juta hektar, memegang peranan krusial baik di tingkat lokal maupun global. Fungsi hutan ini sangat luas, mulai dari penyerapan karbon, pengurangan dampak negatif pemanasan global, penyediaan oksigen, hingga sebagai rumah bagi beragam spesies flora dan fauna. Keberadaannya yang strategis menjadikan hutan hujan tropis di Aceh sebagai laboratorium alam yang tak ternilai bagi peneliti kehutanan dan disiplin ilmu terkait, mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk manfaat jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat.
Bidang ilmu dan kajian yang menjadi pokok dari Program Studi Kehutanan PSDKU USK Gayo Lues adalah pengelolaan sumberdaya kehutanan dalam prinsip ekologi dan produksi yang berkelanjutan ( sustainable ecology) yang selaras dengan kebutuhan akan tenaga Sarjana Kehutanan terkini dan juga diselaraskan dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Sustainable Developments Goals – SDG) dari segi makro, yang berkaitan erat dengan tujuan pembangunan nasional dibidang kehutanan, yaitu berubahnya arah pembangunan kehutanan, dari pembangunan berbasis sumber daya alam menjadi pembangunan berbasis masyarakat berpengetahuan. Kemampuan menguasai dan memanfaatkan ipteks kehutanan, bersama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing di sektor kehutanan.
Program Studi Kehutanan PSDKU USK Gayo Lues mempelajari prinsip kelestarian hasil dan fungsi ekosistem hutan. Ini termasuk bagaimana memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak ekosistemnya. Lulusan dari program ini memiliki peluang karir yang luas, di Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA) mulai dari sektor pemerintahan, swasta atau mitra pembangunan.
Menjadi program studi di bidang kehutanan yang unggul, inovatif, mandiri, berkarakter sosio- teknopreneur yang berbasis kearifan lokal.