Kuliah Umum Politik dan Kebijakan Hutan

Blangkejeren, 22 Maret 2017. Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa terkait politik dan kebijakan mengenai kehutanan, pada tanggal 22 maret 2017, Program Studi Kehutanan PSDKU Unsyiah Gayo Lues bekerjasama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Bagian V (KPH V) dan NGO USAID Lestari melaksanakan kuliah umum Politik dan Kebijakan hutan.

KPH V merupakan lembaga pemerintah yang mengatur dan mengamankan wilayah kehutanan di Daerah Aliran Sungai Kuala Tripa yang berhulu di Gayo Lues dan bermuara di Aceh Barat Daya. Lembaga ini adalah pihak berwenang untuk segala permasalahan yang terkait dengan hutan termasuk di antaranya konflik antara flora dan fauna dengan manusia yang hidup di sekitar hutan. Sedangkan USAID Lestari merupakan organisasi yang dibiayai oleh pemerintah amerika untuk mengelola lingkungan dengan baik dan sesuai dengan kajian ekologi. Selain mengelola, USAID Lestari juga program revitalisasi pertanian dan sumber air sehingga tidak terjadi kerusakan akibat penggunaan berlebihan dan tidak efektif. Program ini diharapkan menjadi jalan keluar dari bencana ekologis yang biasanya terjadi akibat kurangnya pengetahuan masyarakat yang terlibat langsung pada perawatan dan penggunaan sumber alam tersebut.

KPH V dalam paparannya menyampaikan sosialisasi mengenai profil serta permasalahan yang sering terjadi di lapangan yang termasuk ke dalam yurisdiksi hukum KPH V di lingkungan mahasiswa sedangkan NGO USAID Lestari memaparkan informasi terkini terkait bidang pengelolaan lingkungan dan peningkatan potensi hasil alam tanpa merusak fungsinya di alam.

USAID Lestari dalam paparannya menjelaskan pada mahasiswa bahwa jika peraturan dan undang – undang dilaksanakan dalam kehidupan maka alam tidak akan mengalami kerusakan yang signifikan. Jadi sebenarnya dalam usaha menjaga lingkungan, pemahaman masyarakat serta keinginan untuk melaksanakan undang-undang merupakan hal yang penting.

Mahasiswa Kehutanan PSDKU Unsyiah Gayo Lues begitu antusias mengikuti kegiatan ini. banyak hal yang di tanyakan mahasiswa diantaranya terkait kegiatan-kegiatan yang terkait dengan lingkungan dan beberapa hal lain yang harus dilakukan mahasiswa untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran lingkungan, serta banyak pertanyaan unik yang muncul seperti di antaranya terkait ketidaksesuaian kendaraan dinas KPH yang menggunakan kendaraan emisi tinggi hingga pertanyaan mengenai bagaimana penyelesaian konflik masyarakat mengenai penggunaan hutan. Jawaban yang diberikan pemapar juga sangat menarik serta merubah pola pikir mahasiswa dalam rangka pengambilan keputusan terkait penyelesaian konflik.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya